BAHASA

Suatu ketika saya mendapat “broadcast” di media sosial tentang perbedaan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Malaysia, antara lain :

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM

MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama

MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa … ( oh please…)

INDONESIA : Angkatan Darat

MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi ( Kalo Laut hentak-hentak aer kali yee..?)

INDONESIA : Angkatan Udara

MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : Angkatan Laut

MALAYSIA : Laskar Basah Kuyup (Kasian banget..tiap ari bisa masuk angin neyh.. XD )

INDONESIA : ‘Pasukaaan bubar jalan !!!’

MALAYSIA : ‘Pasukaaan cerai berai !!!’

INDONESIA : Merayap

MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( bageimana cuba ? )

INDONESIA : Rumah sakit bersalin

MALAYSIA : Hospital korban lelaki (bener juga sih…)

dst….

Saya juga membaca banyak tanggapan, yang intinya merasa lucu dengan penggunaan istilah-istilah tsb, antara lain : “Hahahahahaha lucu banget bahasa ni orang”, “Wkwkwk lucu…”, “Comel ….”, “Gokil….”, dll.

Namun, ceritanya berkembang lebih serius, ketika salah seorang sahabat saya  yang (profesi dokter), menanggapinya seperti ini :

Alangkah baiknya kita melihat dari positifnya, mungkin dari segi Bahasa Pemerintah Malaysia tidak begitu mempersoalkan, tapi coba kita intip dari strategi Pemeritahan maupun rakyatnya. Mereka lebih mementingkan Sumber Daya Manusia (SDM), artinya membangun negara dengan terlebih dahulu membangun SDM.

Pengalaman Pertama (dari Ibunya). Ibu saya (dulu) adalah seorang Guru, beliau pernah bercerita (± 40an tahun lalu), teman-temannya sesama guru (khusus Guru Matematika) ditawarkan ke Malaysia dengan gaji besar.  Sementara anak-anak mereka di sekolahkan ke negara lain termasuk Indonesia untuk dididik menjadi tenaga pengajar.

Nah, setelah anak-anak dan calon-calon guru Malaysia itu siap, program Guru Indonesia mengajar di Malaysia dihentikan, dan Guru-guru tsb dikembalikan ke Indonesia.

Pengalaman kedua.

Ketika saya baru menjadi  dokter (18 tahun lalu) pernah mendapat tawaran bekerja di Malaysia. Saat itu dokter umum (sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap – PTT) di Indonesia mendapat gaji Rp 500.000/ bln, sedangkan tawaran dari Pemerintah Malaysia Rp 16.000.000/ bln.

Ada 12 orang dari teman-teman seangkatan saya yang berangkat ke Malaysia dan bekerja di sana, namun saya tetap bertahan di Indonesia. Dokter Umum dari Indonesia ditugaskan  menjaga Puskesmas di Malaysia. Sementara dokter-dokter Malaysia dikirim mengambil spesialis ke Indonesia atau Amerika.

Sekarang di FKUI banyak organisasi mahasiswa asal Malaysia, diketahui bahwa Pemerintah Malaysia setiap tahun menyeleksi anak-anak lulusan SMA untuk disekolahkan ke Fakultas Kedokteran, atas biaya Pemerintah Malaysia, temasuk biaya hidup dll.

Pilihannya hanya dua, Indonesia atau Amerika. Katanya, menurut penilaian Pemerintah Malaysia sekolah kedokteran yang terbaik di dunia hanya ada di dua negara tsb, yaitu Indonesia dan Amerika.

Meskipun biaya mahasiswa Malaysia di FKUI lebih mahal dibandingkan dengan mahasiswa asli Indonesia, namun mereka tetap berdatangan setiap tahun ke FKUI, begitu juga ke FK Unand Padang, FK USU Medan, dll.

Artinya, Malysia masih menganggap Indonesia lebih pintar.

Sama dengan kejadian guru sebelumnya, setelah dokter Malaysia selesai menuntut ilmu, dokter-dokter umum dari Indonesia tidak diperpanjang lagi masa kontraknya.

Kata teman saya : “Pemerintah Malaysia sayang kepada rakyatnya. Mereka justeru memikirkan SDM nya dengan baik, masalah pendidikan dan kesehatan adalah yang utama buat mereka.”

# Fenomena yang aneh kalau orang Indonesia berobat ke Malaysia. Pasti Malaysia  ketawa dalam hati 😄😄😅

***

Pengalaman saya Pribadi :

Pertama : Saya menyaksikan sendiri (beberapa puluh tahun yang lalu) banyak Mahasiswa atau calon Guru dari Malaysia belajar di Institut Keguruan & Ilmu Pengetahuan (IKIP) Padang (sekarang Universitas Negeri Padang) sebagai salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik khususnya ilmu pendidikan, sebagian besar fakultas dan jurusannya menghasilkan guru atau tenaga kependidikan lainnya.

Kedua :  ± tahun 2006 saya pernah berkunjung ke Sukabumi, di sana ada satu gedung yang dahulu sering digunakan oleh orang Malaysia untuk belajar dan praktek tentang Pertanian, seperti menebar benih, menanam sampai memanen padi, dll.

***

Terlihat bahwa Malaysia banyak belajar dari Indonesia tentang berbagai hal, dan mereka sangat serius dengan Pendidikan serta Kesehatan masyarakatnya.

Bagaimana dengan kita ?

Advertisements

5 thoughts on “BAHASA

Add yours

  1. Saya juga termasuk generasi yang masih melihat banyak pelajar atau Mahasiswa yang sekolah dan kuliah di Sumatera Barat. Kita sepertinya terbuai dengan perasaan lebih modern dr mereka, mungkin.

    Like

  2. Perbedaan bahasa yang dibroadtcast itu hanya buat mentertawakan dan seolah lucu padahal tidak begitu. Contoh, Indonesia : Angkatan udara (AU); Malaysia : Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM). Malaysia malah tidak ada kementerian agama.
    Kita malah meniru Malaysia dengan membuat kementerian pendidikan menjadi dua, yaitu kementerian pendidikan & kebudayaan, dan kementerian pendidikan tinggi.

    Setuju, Malaysia mengutamakan memajukan sdm-nya. Biaya pendidikan di Malaysia untuk penduduknya lebih murah jika dibandingkan dengan Indonesia. Sekarang malah orang Indonesia yang berbondong-bondong kuliah ke Malaysia.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: