MAKAN SIANG

20160712_123306.jpg

Hari Raya Idul Fitri 1437H telah lewat, saatnya kita mulai aktivitas rutin seperti biasa.

Di hari kedua bekerja (Selasa, 12 Juli 2016), saya ingin mengajak teman-teman untuk makan siang bersama, namun sayangnya ada tiga orang yang masih meneruskan berpuasa.

Ada yang mengganti puasa yang ditinggalkannya dengan meng-Qadha, mungkin karena haid atau menyusui bagi yang perempuan, atau musafir (untuk yang melakukan perjalanan) bagi yang tidak berhalangan. Ada pula yang melakukan “Puasa Enam”  yaitu puasa enam hari di bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib (bulan Ramadhan), sedang yang satu orang lagi memang sedang tidak bisa meninggalkan tempat alias standby.

***

Meskipun tidak lengkap, apa boleh buat kami tetap makan siang di suatu tempat di daerah Tebet yaitu  di  Bakmi Berdikari.

Saat itu baru jam 11.45 Wib, kursi-kursi dan meja yang tersedia terlihat hampir terisi semua, untung kami sudah reservasi sehingga kami dapat sebuah meja bundar (round table) di bagian dalam, di area nosmoking, di depan VIP Room.

Meskipun nama restoran ini Bakmi Berdikari, rupanya mereka juga menyediakan makanan yang lain seperti ikan, cumi, udang, kepiting, daging sapi, ayam, bebek, sayuran, dan macam-macam minuman.

Karena perut sudah mulai lapar, kami segera memesan :

  • 1 porsi Cumi Goreng Tepung
  • 2 porsi Tofu Special Berdikari
  • 1 porsi  Ayam Nangking
  • 1 porsi Ayam Goreng Hongkong
  • 1 porsi Kangkung Garlic
  • 7 Nasi Putih
  • 7 gelas minuman / jus
  • 1 porsi Mie Ayam Bakso (take away)

Padahal sejujurnya kami mau pesan 1 porsi Gurame Asam Manis dan 1 porsi Gurame Goreng Tepung, sayang stock ikannya belum ada (masih suasana lebaran), dan yang pesan jus alpukat juga harus mengganti dengan yang lain, karena alasan yang sama.

Sekitar 20 menit kami menunggu sampai beberapa menu pesanan terhidang, namun menu yang lain agak terlambat, sehingga kami menanti cukup lama.

Dari semua yang tersedia siang itu, buat saya yang paling enak dan rasanya cukup “menggigit” adalah Ayam Goreng Hongkong yang garing dan renyah, dihidangkan di atas piring dengan wadah bihun goreng (berwarna putih) dengan mangkok “kerupuk mie” (berwarna orange).

Btw, Tofu Special Berdikari juga enak, bahkan kami tambah satu porsi lagi (makanya khusus tofu menjadi 2 porsi).

***

Ternyata makan di Bakmi Berdikari juga tidak begitu mahal, total untuk tujuh orang adalah Rp 536.800, jadi rata-rata Rp 77.000 per-orang.

Advertisements

2 thoughts on “MAKAN SIANG

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: