GAGAL BUKBER

IMG-20160627-WA0011

Ada sebuah cerita tentang seorang sahabat yang gagal “Bukber” alias Buka Bersama, ybs tinggal di Bekasi, sedangkan tempat Bukber adalah di Karawang, Jawa Barat.

Cerita ini ditulis dalam status di Facebooknya beberapa waktu yang lalu : “Berangkat jam 1 (siang) dari Bekasi menuju Karawang, sambil nunggu jemputan jalan kaki 2 km ke masjid (untuk sholat zuhur), nebeng motor sampai Cibarusah, terus kehujanan di jalan, ternyata sampai di Karawang, tuan rumah lupa bahwa hari itu mengundang Bukber di rumahnya, jadi tidak ada persiapan masakan apa-apa…!!!

Saya sempat komentar : “Malang benar nasibmu nak…!!!” #sambil bercanda

Yang saya bingung, kok ada tuan rumah yang lupa bahwa hari itu ada acara di rumahnya, bahwa hari itu dia mengundang orang ke rumahnya untuk berbuka puasa.

Kok bisaaa…. ???

***

Terlepas dari cerita tentang teman saya di atas, rupanya kejadian yang hampir sama juga  saya alami, kemarin (Senin, 27 Juni 2016).

Apakah ini yang namanya kualat ? karena komentar saya sebelumnya “malang benar nasibmu nak

Wallahu ‘alam….

Ceritanya begini :
Beberapa hari yang lalu ada undangan dari seorang teman lama yang sedang berada di Jakarta untuk Bukber di suatu tempat. Undangan dishare di Grup-WA, sementara seorang teman yang lain khusus mengirim undangan tersebut kepada saya (Japri – Jaringan Pribadi), memberi tahu supaya saya juga hadir hendaknya, bahkan dianjurkan ajak teman-teman yang lain.

Saya jawab : “Insya Allah saya datang…!!!”

Di hari H, meskipun dengan malas-malasan (jujur saya katakan bahwa saya lebih suka berbuka puasa bersama keluarga). Saya kuatkan hati untuk berangkat karena keinginan untuk bersilaturrahmi dengan teman-teman lama jauh lebih besar dari rasa malas saya….!!!

Karena tau sore itu macet, tempat parkir juga susah, saya sengaja pesan taksi untuk berangkat. Apalagi lokasinya juga tidak begitu jauh dari rumah, saya berangkat pukul 17.

Sekitar 100 meter dari restoran yang dimaksud, saya menghubungi teman yang Japri  tempo hari.

Saya tanya posisinya dimana ?

Jawabannya : “Saya hubungi si Anton (sebut saja yang punya rencana Bukber ini namanya Anton) tapi ga diangkat, saya sudah booking tempat di restoran ini. Karena gak bisa dihubungi saya batalkan saja, dan saya pergi…!!!”

Nah lho, tinggallah saya bengong sendiri. Untung masih ada satu tempat yang kosong di pojok, sehingga saya bisa dapat tempat duduk.

Saya berbuka puasa sendiri, makan sendiri dan minum sendiri.

Dalam hati saya bertanya : “Inikah yang dinamakan dengan kesepian dalam keramaian ? Entahlah…!!!”

Singkat cerita, selesai makan dan minum secukupnya saya cari taksi kembali dan langsung ngeluyur pulang.

***

Pesan moral:

Segitu mudahnya orang melupakan undangan yang dibuatnya sendiri. Tanpa ada kata-kata maaf sepatah pun, tidak ada penjelasan dan  rasa sesal sedikitpun.

”Auzubillaah min zalik…!!!

Jadi jika anda ingin membatalkan undangan yang ada sebarkan, sampaikanlah segera. Jangan ditunda-tunda dan jangan malu untuk meminta maaf.Karena itu lebih baik dari pada tidak ada penjelasan sama sekali.

Advertisements

8 thoughts on “GAGAL BUKBER

Add yours

  1. Apakah begitu perilaku manusia kota besar, membatalkan sesuatu yang dia janjikan? Lalu tak merasa bersalah.

    Kalau saya tadi sore (28-6-2016) kejadian kebalikannya. Gak ada janji, tau-tau setengah jam sebelum berbuka puasa bos ngajak ngopi buka puasa di cafe. Lumayan, nikmat disyukuri.

    Like

  2. Sebenarnya saya sama dengan pak Dedy, lebih suka bukber di rumah. Tidak perlu buru-buru hanya gara-gara dilirik pengunjung resto yang tidak kebagian tempat, tidak perlu ngantre untuk sholat maghrib. Jadi kalau diundang bukber, apalagi di Jakarta yang macetnya nggak keruan menjelang waktu berbuka, saya selalu memastikan dulu jadi enggaknya. Bukan hanya diundang bukber aja sih, pokoknya yang undangannya nggak dicetak, saya pastiin dulu berkali-kali.

    #jangan-jangan saya obsesif kompulsif :p

    Liked by 1 person

    1. Biasanya saya begitu, selalu konfirmasi terlebih dahulu. Tapi yang ini lain, saya mau kasih kejutan. Tiba-tiba datang…. 🙂
      tapi malah saya yang dapat kejutan…. yaitu kejutan karena batal…!!!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: