REVISI UU ITE

Undang Undang No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pernah direvisi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam keputusannya pada Mei 2009 membatalkan Pasal 31 Ayat 3 UU ITE yang mengatur mengenai tata cara penyadapan atas transmisi informasi elektronik dan dokumen elektronik.

Sementara dari berita yang saya ikuti terakhir, terkait dengan revisi UU ini telah mengerucut ke satu pasal yaitu Pasal 27 ayat 3 mengenai “pencemaran nama baik dan penghinaan” dari hukuman paling berat 6 tahun menjadi 4 tahun.

Tentu saja ada pro dan kontra, ada yang beralasan bahwa hal tersebut tidak tergolong ke dalam tindak pidana berat, karena itu tidak harus dipenjara selama 6 tahun, ada juga yang mengatakan bahwa UU tentang pencemaran nama baik ini tak ideal jadi harus segera direvisi.

Terlepas dari perdebatan perlu tidaknya UU ini direvisi, saya punya pengalaman menarik berurusan dengan UU ini.

Ketika mengadukan seseorang yang (saya rasa telah menghina saya lewat alat komunikasi) kepada Polisi terdekat – ke Polsek (Polisi Sektor), yang dijawab oleh komandan Polsek bahwa hal tsb adalah wewenang Polda Metro Jaya.

Ketika saya ke Polda, saya diminta untuk memberikan buktinya. Saya menyerahkan bukti berupa rekaman pembicaraan antara saya dengan pelaku (dalam bentuk flasdisk), dan ketikan/ print out SMS (Short Message Service ) yang dikirimkannya kepada saya.

Rupanya, bukti-bukti tersebut tidak cukup untuk digunakan sebagai barang bukti. Polisi meminta agar saya meminta bukti rekaman suara dan SMS langsung dari operator selular yang saya gunakan.

Sementara ketika saya minta ke operator, mereka tidak mau menyerahkan begitu saja karena mereka membutuhkan surat dari Kepolisian sebagai syaratnya, dengan alasan mereka sebagai penyelenggara jaringan punya regulasi yang intinya melarang menyebarkan segala informasi tentang pelanggan.

Ha3….jadi seperti lingkaran setan, ibarat telur dengan ayam, mana yang harus duluan. Polisi meminta bukti dari operator, sementara operator meminta surat pengantar/ permintaan dari Kepolisian.

Akhirnya saya malas bolak-balik mengurusnya….

Saya menyadari dan lebih memilih mengurungkan niat untuk melanjutkan, karena saya jadi rugi tenaga serta waktu dan yang pasti akan mengeluarkan fulus yang tidak sedikit…

Banyak hal yang lebih bermanfaat yang bisa saya kerjakan, daripada mengurus hal-hal seperti pencemaran nama baik maupun penghinaan tsb. Karena saya meyakini bahwa orang yang menghina belum tentu lebih baik dari orang yang dihina.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “REVISI UU ITE

Add yours

  1. Walau bukan kasus yang sama, tapi miriplah. Saya meminta surat keterangan kehilangan atm di kantor polisi. Eh, malah pak polisi nyuruh saya minta dulu surat keterangan dari bank penerbit kartu atm bahwa kartu yang hilang itu milik saya. Lha, pihak bank suruh saya harus ke polisi dulu buat surat keterangan kehilangan. Mbulet kata orang Surabaya.
    Sepertinya beda propinsi beda kebijakan aparatnya. Saya kehilangan kartu atm di Jakarta lapor ke kantor polisi langsung dibuatkan surat keterangan kehilangan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: