TELEPON ANALOG

Ingatan saya melayang antara tahun 1973 – 1974, ketika itu saya diajak Nenek ke Pekanbaru, Riau ke rumah Kakak Sepupu yang menetap di sana.

Tidak jauh dari tempat tinggal beliau, ada sebuah Kantor Pos yang (saya tahu dan kebetulan) Kepala Kantornya adalah salah seorang tetangga di kampung kami.

Suatu siang, saya main ke Kantor tsb, dan melewati jendelanya. Saya mendengarkan orang sedang bicara keras-keras dan cenderung berteriak (seperti orang berantem). Ketika saya amati ternyata tetangga saya tsb sedang bertelepon dengan seseorang, dia duduk di kursi dengan kedua kakinya berada di atas meja (sambil menggoyang-goyangkan kakinya).

Dia bertelepon lamaaa…. sekali dengan posisi tsb.

Handset telepon yang digunakannya adalah telepon jenis kuno yang tombolnya masih diputar, tidak dipencet atau disentuh seperti sekarang. Teleponnya besar dan kelihatannya berat.

Mungkin saat itu, kalau berbicara pelan-pelan lawan bicara (yang di seberang sana) tidak bisa mendengar suara kita, kresek-kresek, dan suara kita ditelepon analog tidak sebening atau sejelas suara kita di telepon digital.

Saya yakin handset telepon yang digunakan saat itu adalah telepon analog, yaitu data suara yang disebarkan melalui gelombang elektromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, namun banyak dipengaruhi oleh faktor ”pengganggu”, seperti hujan, angin dsb.

***

Demikianlah, entah apa sebabnya peristiwa itu sangat menempel dan berbekas diingatan saya, meskipun sudah berlangsung lebih dari 43 tahun yang lalu…!!!

Padahal nenek yang mengajak saya ke Pekanbaru itu sudah meninggal hampir 20 tahun yang lalu, bahkan kakak sepupu yang saya kunjugi di sana juga sudah meninggal lebih dari satu tahun yang lalu.

Advertisements

2 thoughts on “TELEPON ANALOG

Add yours

  1. Sampai pertengahan 90-an di kampung saya hanya satu rumah yang punya telepon rumah. Jadi para perantau dari kampung saya kalau mau berkabar berita dengan kerabat di kampung menumpang di rumah yang punya telepon itu. Masa itu cenderung juga berbicara keras untuk mendengarkan percakapan. Masa telepon analog sudah lewat mungkin sekarang tinggal sejarah sejak adanya mobile phone.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: