9 JAM JAKARTA – CIPANAS

Pukul 6.05 perjalanan panjang itu di mulai. Karena tidak mau lewat Tol Simatupang (takut antri di Pintu Tol Cibubur) kami melaju ke arah Depok, dari Jalan Juanda masuk Tol Cijago (Cinere – Jagorawi).

Perjalanan lancar tanpa halangan.

Kami mampir mengisi bahan bakar di pompa bensin Sentul, kemudian melanjutkan perjalanan. Sekitar 2 km menuju Pintu Tol Ciawi kendaraan sudah mulai padat, meskipun bisa jalan namun sangat pelan.

Kami mampir lagi di toilet pompa bensin (setelah tol keluar Ciawi). Keluar dari pompa bensin sudah terlihat orang-orang yang menawarkan agar “lewat jalur alternatif” dan pedagang asongan. Salah satu tanda bahwa jalanan sedang macet bahkan ternyata di tutup sejak lampu merah Ciawi – Gadog ke arah Puncak.

Padahal baru pukul 7.30

Kami memilih lewat jalur lurus ke arah Sukabumi, terus belok ke kiri ke arah lampu merah Ciawi – Gadog (yang tadi ditutup), lancar….!!!

Sekonyong-konyong, tanpa ada tanda-tanda macet, tiba-tiba semua kendaraan berhenti total….!!!

Karena sama sekali tak bergerak, kami balik arah ke Tajur untuk cari sarapan di sekitar Toko Venus “Roti Unyil”. Banyak yang jual makanan di sana, rupanya ada lontong pecel enak juga, sampai antri 20 menit untuk mencicipinya.

Kemudian beli minuman, satu boks roti unyil dan kue-kue kecil lainnya untuk persiapan mengharungi lautan kendaraan.

Setelah sarapan, kami kembali jalan ke arah Ciawi – Gadog,  sementara waktu sudah pukul 10.30. Kepalang basah, dari pada balik lagi ke Jakarta, kami nekad menuju Cipanas.

Ternyata sedang berlaku yang dikatakan dengan “rekayasa lau-lintas dengan sistem buka – tutup”. Kadang jalan, kadang berhenti…

Jalan sedikit, berhenti….jalan sedikit berhenti. Yang parahnya lagi setelah Taman Safari Cisarua, ada kendaraan yang ambil jalur kanan sehingga kendaraan dari arah berlawanan tidak bisa lewat.

Begitu seterusnya sampai ke Puncak dan sebaliknya arah Jakarta, di tambah lagi dengan bus-bus yang mogok membuat jalan arah Puncak bagai jalur “neraka”.

***

Pukul 3. sore, akhirnya kami sampai juga di Cipanas, kami berhenti makan siang di Warung Nasi Alam Sunda Khas Cianjur.  Sampai di tujuan pukul 3.30 sore.

Demikianlah perjuangan kami dari Jakarta ke Cipanas dalam waktu lebih dari 9 jam.

Padahal untuk kembali ke Jakarta tidak lama, dari jam 10 malam sampai di rumah 12.30 pagi (hanya 2,5 jam). Itupun masih kena sistem buka tutup di lampu merah Ciawi – Gadog

Advertisements

2 thoughts on “9 JAM JAKARTA – CIPANAS

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: