PINDANG MUSI RAWAS

20160201_125743

Di Palembang terdapat beberapa rumah makan yang menjual menu masakan serba pindang, salah satunya adalah RM. Pindang Musi Rawas dengan menu favorit Pindang Ikan Patin dan Pindang Tulang (Pindang Iga Sapi).

Disamping itu ada juga Pindang Ikan Bawung, Pindang Ikan Salai, dan Pindang Udang, dilengkapi dengan lalapan daun kemangi, kacang panjang, labu, timun, pare, terong, wortel, bahkan pete rebus…. !!!

Sambal Kweni dan Sambal Udang Pete…!!!

Satu lagi favorit saya adalah Ikan Seluang yaitu ikan khas Sungai Musi yang berukuran kecil seperti ikan teri basah yang digoreng kering dan garing, sudahlah…..banyak sekali menu lain yang oke punya (saya tidak usah sebutkan satu persatu).

Ketika kami datang, pas waktu makan siang tiba, pas juga saat RM. Pindang Musi Rawas yang berlokasi di Jalan Angkatan 45 No. 18 Palembang ini sedang ramai-ramainya, padahal jalan menuju rumah makan juga macet.

Tempatnya yang relatif kecil dan tempat parkirnya yang juga terbatas tidak mampu menyurutkan minat kami untuk makan siang di sini, untunglah gang kecil di samping restoran juga bisa digunakan untuk parkir.

Kami harus rela antri (dapat nomor atrian 5), mekipun hujan turun dengan lebatnya, kami dan para pengunjung yang berada di luar terpaksa harus masuk ke dalam rumah makan sambil menunggu nomor antriannya dipanggil.

Syukurlah akhirnya kami dapat tawaran tempat duduk di teras bagian belakang, kalau mau  lebih cepat dilayani. Pelayan RM dengan cekatan menghampiri untuk menanyakan pesanan kami yaitu Pindang Ikan Patin, mau kepala, mau badan atau mau ekor ?

Saya memilih kepala ikan patin.

***

Dalam waktu yang terlalu lama, pesanan kami satu-persatu keluar, nasi panas mengepul dari dalam bakul segera berpindah ke piring masing-masing, disiram dengan kuah Pidang Ikan Patin berwarna merah segar perpaduan rasa pedas dari cabe merah, rasa asam dan manis dari potongan buah nanas, serta wangi daun kemangi menyatu dalam menu pindang ikan pantin ini.

Sangat menggugah selera….!!!

20160201_125139

Advertisements

14 thoughts on “PINDANG MUSI RAWAS

Add yours

    1. Kalau di Pekanbaru, Riau Bawung disamping dijadikan pangek baung juga di selai. Nah ini enak sebagai campuran macam-macam gulai, misalnya campuran gulai daun singkong, campuran gulai buncis dll

      Like

    1. Saya dari dulu memang senang dengan menu ikan mb, apalagi pindang ikan patin.
      Yang makan Pindang Tulang teman saya mb, kayaknya enak banget, makan samai keringatan….. he3 🙂

      Like

    1. Sejauh yang saya ketahui makan (pindang) seperti ini, hanya di daerah Sumatera, seperti Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Jambi dll, bedanya kalau di Sumatra Barat dan Riau namanya Pangek yang lebih pedas.
      Disamping itu ada juga Sop Ikan seperti di Batam dan Serang (Banten)

      Like

    1. Yaaaah…. sayangnya saya lupa menghubungi Lisa….
      Padahal kan bisa ketemu sama Raja juga ya 😦

      Tapi saya hanya satu hari di Palembang, dari Halim Senin pukul 6.30 dan besok sorenya udah kembali lagi ke Jakarta lewat Halim…..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: