CANAI MAMAK

20160204200459

Saya mengenal Restoran Canai Mamak Kuala Lumpur sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, ketika pertama kali ke Aceh. Saya ke sini diajak teman, waktu itu sekitar jam 9 malam, semua meja penuh dengan anak muda, pria dan wanita…..

Saya antri…!!!

Resto ini berada di pinggir Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, biasanya menjadi tempat nongkrong anak-anak muda, baik sore maupun pada malam hari, sekedar menikmati suasana kota sambil mencicipi menu andalannya aneka roti canai (cane) yang terbuat dari tepung terigu yang digoreng dengan mentega atau sedikit minyak, martabak dan minuman khas seperti teh tarik, kopi tarik dan minuman favorit lainnya.

Kursi dengan mejanya yang bundar dan payung-payung besar berwarna hijau di bagian luar ditata nyaris mendekati pinggiran jalan raya yang penuh dengan parkiran kendaraan roda dua dan roda empat.

Di sinilah saya pertama kali mencicipi canai yang sangat istimewa, karena saya belum pernah menjumpai canai dengan lapisan durian yang aduhai, srikaya yang enak, manis dan lezat, dengan telur dan kari ayam/ kambing, nanas, coklat / keju atau campuran keduanya …. nikmat sekali rasanya, rotinya lembut dengan aroma yang khas, ruaarrr… biasa…!!!

Ada juga nasi briyani, nasi goreng kari dan macam-macam mie

Di Jakarta saya biasa makan canai konvensional di Restoran Kubang di daerah Manggarai, tapi variasinya hanya dengan gula pasir, kari kambing/ ayam, atau ketika di kampung dulu (Padang), paduan canai hanya dengan gula pasir, tapi yang di Restoran Canai Mamak beda…!!!

Katanya canai bukan kuliner khas Aceh, tapi makanan khas negeri jiran Malaysia, padahal kalau dirunut dari sejarahnya, canai merupakan makanan yang berasal dari India.

Sekarang banyak dijumpai di kedai-kedai Aceh di Jakarta, Bandung dll, juga digemari sejak jaman dulu di Sumatra Barat yang terkenal dengan Restoran Kubangnya bahkan sampai ke luar Sumatra Barat seperti Jakarta.

Dari cerita Pramusaji Restoran Canai Mamak, pemilik restoran dulu pernah berkerja di Malaysia, kemudian membuka kedai di Banda Aceh dan membawa resep-resep masakannya dari sana.

***

Nah, kali ini adalah kedatangan saya yang kedua di Aceh dan di Restoran Canai Mamak Kuala Lumpur, tapi dilokasi yang bebeda, di tempat yang baru.

Ketika dahulu saya hanya memesan Canai dengan lapisan durian serta secangkir teh tarik, tapi malam itu saya makan Martabak Telur dengan dua jenis kari yaitu Kari Kambing dan Kari Ayam, martabak jenis ini rasanya gurih dan mirip dengan telur dadar yang dilengkapi dengan bumbu khas, hebatnya martabak ini terlihat kering dan kesannya tidak berminyak, begitu juga canainya ……. tidak berminyak.

Tentu saja kalau mampir ke kedai ini tidak pas rasanya jika tidak meneguk secangkir teh tarik hangat yang menjadi andalan restoran ini.

Jadi kalau ke Banda Aceh, jangan lupa mampirlah ke Canai Mamak Kuala Lumpur…!!!

20160204200607

Advertisements

2 thoughts on “CANAI MAMAK

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: