SHOLAT JUMAT DI NYU

Suasana di Masjid sebelum khotib memberikan khotbah

Sejak pagi sampai siang itu kota New York diguyur hujan yang turun tak henti-hentinya sampai saya harus beli jaket hujan, bahkan ketika mau berangkat sholat Jumatpun hujan masih turun, meski tidak begitu deras.

Kami rencananya akan sholat Jumat di Masjid Al-Hikmah New York di 31st  Avenue, yang dikelola oleh Indonesia Muslim Community, Inc, (IMCI) yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan untuk memelihara keberlangsungan praktek ibadah masyarakat Indonesia di New York (Rencana Anggaran Rumah Tangga – RART IMCI) yang dikenal dengan Masjid Indonesia.

Namun diperkirakan waktu yang dibutuhkan dari The Paramount Hotel Times Square di 46th Street dengan kendaraan  roda empat menuju masjid tsb tidak cukup, sehingga kami memutuskan untuk sholat di New York University (NYU) saja karena lokasinnya dekat dengan  stasiun kereta api, pastinya akan lebih cepat.

Stasiun kereta api terdekat adalah Central Terminal Station 42nd Sreet, meskipun untuk menuju stasiun tsb kami harus berjalan kaki di sela-sela gerimis, kemudian turun di New York University Station 8th Street, dilanjutkan dengan jalan kaki lagi menuju lokasi masjid.

Untunglah di ruang masjid (lantai 5 salah satu gedung di NYU, kira-kira sebesar lapangan basket), khobah/ shalat Jumatnya belum dimulai, sehingga kami masih bisa menyimpan sepatu di loker yang tersedia kemudian turun ke lantai 3 untuk berwudhu.

Dari info yang saya dapat, waktu sholat Jumat di masjid ini memang agak mundur dari yang ditentukan, katanya sambil menunggu ummat muslim dari daerah sekitarnya datang untuk beribadah.

Terlihat hanya kami yang berwajah melayu di sana, umumnya adalah anak-anak muda berwajah Timur Tengah, bahkan banyak juga jamaah wanita (di barisan belakang) yang ikut sholat bersama kami, meskipun mereka umumnya tidak mengenakan mukenah, hanya memakai celana jeans, baju tangan panjang dan kerudung sebagai penutup kepala, serta kaos kaki sebagai penutup kaki.

***

Selesai sholat para jamaah dipersilahkan untuk makan siang di tempat yang disediakan secara prasmanan (mengingatkan saya suasana bulan Ramadhan dan berbuka puasa di masjid-masjid di Indonesia).

Saya lihat mereka tidak rebutan, mereka antri dengan tertib dan sabar padahal mereka juga lapar apalagi sedang hujan dalam cuaca yang cukup dingin, mengambil makanan (ala Timteng) seperti kari kambing dan turkey (ayam kalkun), pilihan nasi kebuli atau mashed potatoes (kentang) dengan wadah kertas food grade (food paper packaging) dan pisau/ garpu plastik.

Sembari menikmati hidangan makan siang, terlihat para jamaah saling berbicara satu sama lain, sepertinya acara makan bersama ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjalin tali silaturrahmi di antara ummat muslim di NYU.

Sayang, karena ada agenda makan siang di tempat lain, kami tidak bisa mencicipnya padahal saya sangat ingin merasakan suasana makan siang ramai-ramai di sini. Dengan berat hati, terpaksa saya harus meninggalkan ruangan masjid, namun sebagai rasa syukur sudah dapat melaksanakan ibadah Jumat di sini, saya masih sempat menyelipkan beberapa dollar ke “kotak amal” yang tersedia di pintu keluar masjid.

Terima kasih Yaa Rabb atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan….

20151002_142249

Advertisements

6 thoughts on “SHOLAT JUMAT DI NYU

Add yours

    1. Masjid NYU ada di salah satu gedung kampus tsb, jadi tidak ada bentuk masjidnya.
      Kalau bs digambarkan hanya kayak masjid di mall saja yg terdiri dr satu lantai untuk sholat yaitu sebagian lantai 5 dan yg lain tempat wudhu di lantai 3

      Like

    1. Senang rasanya melihat ummat berbincang2 sambil makan siang, selesai shalat Jumat.
      Bagaimana seandainya jg bisa terlaksana di Indonesia?
      Jamaah sholat Jumat di NYU justeru sebagian besar mahasiswa/ i.
      Kurang lebih 75% dr hampir 200 orang adalah mahasiswa/ i

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: