KEINDAHAN PANTAI TURI DI NONGSA BATAM

Pantai Turi

Beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi keluarga di Batam, Kepulauan Riau, selain itu juga ingin berwisata bahari dan pantai ke Pulau Abang yang hanya berjarak 20 menit perjalanan dengan kapal klotok dari Pulau Galang Baru.

Teman kami yang sudah lama bemukim di Batam membantu mencarikan travel yang akan mengatur perjalanan ke Pulau Abang, yang meliputi kendaraan dari hotel ke ujung Pulau Galang Baru melewati Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Dari Pulau Galang Baru akan dilanjutkan dengan kapal klotok menuju ke Pulau Abang, bermain snorkling (termasuk perlengkapan dan pelatihan singkat), makan siang di lokasi, mampir ke Pulau Hantu, Pulau Forest dan beberapa pulau di sekitarnya, serta kembali lagi ke hotel dengan biaya Rp 400.000 per-orang.

Karena saat itu bukan hari libur, travel kesulitan mencari klotok yang bersedia mengantar kami ke pulau tsb, dan sebagai alternatif mereka menawarkan agar kami sebaiknya ke Pulau Petong saja dengan fasilitas yang sama, tapi biaya lebih murah yaitu Rp 2.660.000 per-paket (1 paket = 7 orang) atau Rp 380.000.

Tawaran tsb akhrnya kami setujui, teman saya membayarkan Rp 1.000.000 untuk DP nya.

***

Namun ketika malam hari setelah kami sampai di Batam, tiba-tiba saya mendapat telepon dari travel dan bicara langsung dengan pemilik klotok yang menyampaikan permohonan maaf karena prakiraan cuaca besok  tidak bersahabat ombak besar, dan badai, mereka tidak mau menanggung resiko, sehinga tidak berani “melaut”. Singkat kata liburan kami ke Pulau Abang dan Pulau Petong gagal total alias B.A.T.A.L.

***

Karena sudah terlanjur sampai di Batam, kami harus mencari alternatif lokasi untuk menghabiskan hari tsb dengan tujuan yang bermanfaat, meskipun maksud kami yang utama mengunjungi keluarga sudah tercapai.

Kami mendapat informasi bahwa ada sebuah panorama laut dengan pantai cukup indah, berlokasi di ujung Utara Pulau Batam, di Kecamatan Nongsa, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, namanya Pantai Turi atau Turi Beach milik Turi Beach Resort Hotel Batam.

Kami memutuskan untuk ke Pantai itu saja.

***

Paginya setelah sarapan kami meluncur ke Jalan Hang Lekiu, Kecamatan Nongsa menuju Turi Beach, jalannya mulus, lurus, panjang, dan naik turun, sesuatu yang indah di pandang.

Kami masuk melalui pos penjagaan dan masuk ke lobby Turi Beach Resort Hotel, dan minta ijin untuk bermain di pantai tsb.

Resepsionis hotel menjawab Maaf Pak, lokasi ini privat milik hotel, jadi kalau Bapak ingin menikmati pantai dan fasilitas di sini, Bapak dikenakan biaya Rp 380.000 per-orang sudah termasuk makan siang, penggunaan beberapa buah kolam renang, handuk, mandi/ bilas , makan siang dll. Tapi kalau Bapak mau yang free, silahkan ke Nongsa Beach”.

Sebelum memutuskan untuk memilih lokasi tsb saya ingin melihat pantai Nongsa terlebih dahulu, barulah setelah melihat kondisi Nongsa Beach, kami memutuskan kembali ke Turi meskipun harus bayar .

O ya, tempat menginap di Turi berupa cottage jenis Riani Wing dan Tirta Wing, Riani Wing bernuansa tradisional, berdinding kayu dan beratap rumbia, sedangkan Tirta Wing lebih bernuansa modern.

Fasilitas yang tersedia di Turi Beach adalah pantai putih bersih, trek jalan kaki/ sepeda, lapangan voly pantai, beberapa kolam renang, jembatan panjang (sekitar 200-an meter) arah ke tengah laut dengan sebuah gazebo atau tempat istirahat, duduk sambil memandang Singapur dan Malaysia.

Sebagai fasilitas tambahan yang berbayar seperti Flyboard dan Hoverboard, Jet Ski, Ski Air, Banana Boat, Fishing Trip, dll.

Kawasan pantai yang satu ini terasa sejuk, mungkin karena banyak pohon-pohon besar disekitarnya, apalagi saat itu udara juga sedang mendung, pantainyapun tak terlalu panjang, tapi berpasir putih bersih, banyak batu-batu besar, meskipun masih kalah jauh dibandingkan dengan batu-batu besar di Pulau Belitung, Babel.

Karena keasyikan bermain di pantai dan berenang di kolam, anak-anak sampai lupa waktu, pukul 14.30 selesai mandi/ bilas, baru kemudian makan siang. Bahkan setelah makanpun mereka masih jalan-jalan dan istirahat di gazebo di tengah laut sambil foto-foto sampai pukul 16.30, karena air laut semakin surut dan keindahannya semakin mempesona.Sayang kita tidak menunggu sunset di sini ya Pa….. kata anak saya.

Advertisements

4 thoughts on “KEINDAHAN PANTAI TURI DI NONGSA BATAM

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: