KETAN MANGGA ALA THAILAND

20150929_201133

Pernahkah anda makan ketan dengan durian, ketan dengan goreng pisang, singkong atau ubi?

Bahkan makan durian dengan nasi ?

Kebiasaan-kebiasaan di atas sudah berlangsung turun-temurun sejak dahulu kala dalam kehidupan masyarakat di Sumatera Barat yang umumnya adalah masyarakat Minangkabau.

Nah, kali ini saya makan ketan (pulut) dengan buah mangga ala Thailand atau Khao Niao Ma Muang (dalam Bahasa Thailand)  yang justeru saya temukan di salah satu restoran Thailand tidak jauh dari Kedutaan Besar RI di Washington. Padahal ketika beberapa kali ke Thailand saya tidak pernah mencobanya bahkan saya tidak tau ada kebiasaan atau cara makan mangga orang Thailand mirip dengan kebiasaan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, seperti yang saya tulis di awal tulisan ini.

Resep snack favorit dari Thailand ini tentu saja bahan utamanya adalah beras ketan dan potongan buah mangga segar, yang dilengkapi dengan santan, gula, garam, maizena, daun pandan, dan wijen sangrai.

Ketan Mangga ini cocok sebagai makan kecil di sore hari, he3….. padahal ketan kan makanan yang mengenyangkan….. artinya makan berat juga dong? 😀

Pendapat saya, rasa ketan ini untuk menetralisir atau memberikan rasa manis dan gurih sebagai cara untuk menikmati mangga Thailand yang agak asam dan kecut. Yang pasti mangga tsb tidak semanis mangga yang kita miliki (Indonesia) seperti Mangga Manalagi, Mangga Madu, Mangga Arum Manis, Mangga Gedong Gincu dll.

***

Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, kami masih sempat mampir ke Kantor Kedutaan dan membawakan makanan malam buat dua orang Petugas yang piket malam itu.

Petugas tsb menayakan kepada kami  : “Ini dari Bapak siapa ?”

He3x … teman saya yang menyerahkan bingung menjawabnya.

Kebetulan kendaraan kami sebelumnya parkir di gedung ini, karena sudah tidak ada tempat parkir lagi di restoran.

Advertisements

5 thoughts on “KETAN MANGGA ALA THAILAND

Add yours

  1. Mencoba pulut mangga di pasar terapung, eh saya coba ulang bikin di rumah tidak sama rasa. Nampaknya masak pulutnya perlu lebih lunak seperti di foto Uda Ded nih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: