BAKMI DJOGJA MAS TOK

20150908_114456

Jika malam hari perut terasa lapar dan ingin makan yang angat-angat, datanglah ke warung bakmi khas Jogya yang salah satunya terdapat di Jalan Warung Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, namanya “Bakmi Djogja Mas Tok”.

Menunya Bakmi Goreng, Bakmi Godok (Rebus), Bihun Goreng, Bihun Godok, Nasi Goreng, Magelangan (campuran nasi dan mie goreng) dll. Harganya relatif murah dan cukup terjangkau, rata-rata Rp 19.000 tapi kalau mau yang spesial, tinggal tambah dengan sayap, paha, kepala, ati ampela, telur muda (beberapa kali ke warung ini saya belum pernah melihat telur mudanya, karena kehabisan), dan uritan ayam, tentu saja harganya juga berbeda antara Rp 25.000 s/d 27.000.

Makanan favorit saya di warung ini adalah mie godok atau mie rebus.

***

Pernah juga saya makan siang di sini, ngajak teman-teman. Lucunya ketika mau pulang, ada teman yang bungkus “Magelangan”, katanya jaga-jaga kalau nanti lapar lagi, soalnya kalau hanya makan mie godok saja sebagai pengganti makan siang, ga cukup (ga nendang), pasti sekitar jam 3an akan lapar lagi…. he3…

Yang jelas warung ini selalu rame pengunjung, baik siang apalagi  malam hari.

O ya, ada yang bilang bahan utama mie di Bakmi Djogja Mas Tok ini bukan seperti Bakmi Jawa yang asli, tapi seperti mie telur yang biasa dijual di gerobak dorong (biasa dikenal dengan mie tek-tek atau mie dog-dog). Tapi karena saya tidak paham dengan rasa mie yang asli, maka bagi saya rasanya sih oke-oke saja, cukup untuk menghangatkan malam dan bikin seger (maksudnya keringatan), makan selagi panas kalau dingin ga enak, mie nya jadi mekar dan lembek.

Saya juga pernah mencoba “Magelangan”, rasanya lumayan, cuma mienya kebanyakan dibandingkan nasi, jadi nasinya justeru gak kelihatan dan ga terasa.

Memasak menggunakan 2 buah tungku dari batu bara yang namanya anglo di atas dua buah gerobak, buat saya adalah sesuatu yang unik, begitu juga aroma arang dari asap yang mengepul dari anglo, berpadu dengan wanginya bumbu-bumbu mie godog terutama bawang putih merupakan sensasi tersendiri.

Bakmi yang diracik menurut standard Mas Tok, tapi dapat disesuaikan dengan selera, bagi yang suka asin, pedes atau manis bisa menambahkan garam,  cabe rawit (saya biasanya minta cabe rawit iris), merica bubuk atau kecap yang tersedia di atas meja.

Bagi yang suka teh poci dengan gula batu tersedia juga di sini, malah tehnya dihidangkan dengan poci khas Jawa.

Bakmi Djogja Mas Tok tersebar di beberapa outlet di daerah lain, buka setiap hari dari jam 11.30 s/d 23.30.

Advertisements

28 thoughts on “BAKMI DJOGJA MAS TOK

Add yours

  1. Bagi yang suka begadang, jualan seperti ini emang sangat dibutuhkan sekali.. Kemana lagi cari makan kalau lapar , ga ada pilihan lain. Kalau ada kesempatan ke Djogja, pengen coba ah.. Kalau di Padang sekarang udah ada lontong malam da Ded.. Lagi populernya di tongkorongin sama anak-anak muda. Hebatnya, hiburan yang disediakan adalah saluran khusus bola.. 🙂

    Like

  2. Bakmi godhog dijerang di atas anglo, mmm aroma arangnya menambah sedap ya Uda Ded
    Kebalikan Magelangan yang dominan mie-nya adalah nasi ruwet, nasi dicampur mie juga hanya nasi lebih dominan.
    Salam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: