AYAM BETUTU KHAS GILIMANUK

????

Setelah pesawat kami mendarat di Bandara Ngurah Rai pukul 14.30 waktu setempat, kami langsung meluncur ke Restoran Ayam Betutu Khas Gilimanuk di Denpasar, yang mempunyai maskot pelawak tradisional atau wayang Bali, Petruk Dolar.

Restoran Ayam Betutu Khas Gilimanuk menyediakaan ayam betutu sebagai menu utamanya. Restoran ini sudah saya kenal sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga setiap ke Bali, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke tempat ini.

Setau saya, betutu tradisional adalah ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu dan dipanggang dalam api sekam, khas dari Gilimanuk, Biasanya digunakan sebagai sajian upacara keagamaan atau upacara adat di daerah tsb. Tapi mungkin sekarang supaya praktis tidak lagi menggunakan api sekam, bisa saja dioven, kompor atau gas.

Menu yang kami pesan siang itu adalah satu ekor Ayam Betutu, satu porsi Belut Goreng+Sambal Goreng, Plecing Kangkung, Kacang Sangrai dan Sambal Mentah dengan segelas Jeruk Angat.

Tidak lama kemudian sudah terhidang di hadapan kami seekor ayam betutu utuh, disiram kuah yang pasti memiliki cita rasa khas, enak, lezat dan menggugah selera. Perpaduan bumbu dan rempah yang pas antara cabe rawit dan cabe merah, bawang merah dan bawang putih, ketumbar dan biji pala, serai dan lengkuas, jahe dan kencur, kunyit, garam dan gula pasir, serta daun jeruk iris.

Cara pengolahan yang sempurna membuat daging ayamnya begitu mudah terlepas dari tulangnya, tidak perlu kerja keras….!!!

Selain ayam betutu, restoran ini juga menyajikan ayam bakar, ayam goreng, bebek betutu, sate lilit, serta nasi campur Bali, dan yang membuat saya penasaran adalah bebek betutunya.

Saya bertekad agar hari berikutnya makan di sini lagi dan nyoba bebek betutu….!!!

Tekad untuk datang kembali ke restoran ayam betutu sekalian mencoba bebeknya terkabulkan, namun sayangnya entah sudah tidak ada lagi menu tsb atau karena kami datangnya kemalaman (pukul 8.30) ? saya tidak tau, yang jelas menu bebek betutu tidak tersedia, yang ada hanya bebek goreng biasa…!!!

Apa boleh buat malam itu, kami kembali memesan satu ekor ayam betutu lagi untuk dimakan berdua, tapi tanpa belut goreng. Dalam hati saya berdoa agar suatu saat bisa merasakan bebek betutu di restoran ini…… !!!

Harga makanan di sini saya rasa tidak mahal, relatif murah, untuk makan bertiga pada hari pertama dengan menu yang saya sebutkan sebelumnya kami membayar sekitar Rp 165.000, sedangkan untuk makan dihari berikutnya tanpa belut untuk dua orang hanya Rp 125.000

Advertisements

8 thoughts on “AYAM BETUTU KHAS GILIMANUK

Add yours

  1. Dulu tahun 2007 saya juga pernah dibawa teman orang Bali makan ayam betutu yang dekat dari bandara Ngurah Rai. Memang ayam betutu ini rasanya nikmat banget bagi yang baru merasakannya seperti saya.
    Foto ayam diatas menggoda untuk dinikmati da Ded, πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: