WARUNG SAMBAL MAK BENG

20150820_142327

Supir taksi yang kami tumpangi ke Pantai Sanur malam itu mengatakan “Kalau Bapak mau makan dengan menu ikan, di sini saja, di Warung Sambal Mak Beng, selalu ramai Pak…!!!”

Sayangnya kami baru saja makan malam di Rumah Makan Ayam Betutu, jadi ga mungkin lagi malam itu kami makan di Mak Beng, kami hanya minum jeruk peras angat di sana, apalagi sudah hampir jam setengah 10 (malam) karena warung ini hanya buka dari jam 08.00 sd 22.00.

Siang besoknya ketika kami kembali dari Gunung/ Danau Batur dan Tampaksiring kami langsung meluncur ke Warung Sambal Mak Beng untuk makan siang, waktu itu sekitar pukul 2.15 WITA. Meskipun waktu makan siang sudah lewat tapi pengunjungnya masih tetap ramai, penuh, bukan saja wrga pribumi bahkan bule-bule pun senang makan di sini. Pengunjungnya meluber sampai ke teras dan halaman depan warung….!!!

Kami harus antri tempat duduk/ meja, menunggu hampir setengah jam.

Kami memesan makanan dan minuman untuk 3 orang, arena pelayannya (semuanya wanita) cukup banyak, maka dalam waktu singkat pesanan kami sudah tersedia.

Menu favorit dan menu satu-satunya di Warung Sambal Mak Beng adalah Nasi dengan Sup Kepala Ikan dan Ikan Goreng + Sambal khas Mak Beng, tentu saja semua racikan bumbu-bumbu ala tradisional Bali.

Memang sesuatu yang sangat nikmat apabila makan di suasana pantai yang panas, nasi putih panas, sop kepala ikan panas dan ikan goreng panas plus sambal pedes serta jeruk peras panas….!!! Semuanya serba panas, apalagi Warung Sambal Mak Beng tidak ada AC (hanya kipas angina serta semilir angin pantai).

Tentu saja, kami bertiga makan dengan keringat mengucur deras…..!!!

#Pertengahan Agustus ini, cuaca Bali sedikit bersahabat, meskipun sinar Matahari cukup terik dan panas tapi anginnya terasa dingin. Mungkin pengaruh cuaca dingin dari Australia? #

O ya jenis ikan yang digunakan adalah Ikan Barakuda, di dalam Sop-nya juga ditambahkan irisan timun dan sedang pada sambalnya juga ada sepotong jeruk sambal.

Harga satu paket masakan tsb adalah Rp 34.000. Untuk bertiga kami hanya membayar Rp 102.000 tentu saja belum termasuk 3 gelas jeruk peras dan sebungkus peyek kacang.

Kenapa Warung Sambal Mak Beng ramai sekali ?

Mungkin posisi warungnya yang sangat strategis, kemudian ikannya yang terjamin kesegarannya, serta harga yang terjangkau.

Teman-teman ingin mencoba nikmatnya makan sop kepala ikan dan sambal di warung ini ? Datanglah ke Warung Sambal Mak Beng, Jl. Hang Tuah No. 45 Sanur , Bali (tidak jauh dari Pantai Sanur).

Advertisements

11 thoughts on “WARUNG SAMBAL MAK BENG

Add yours

      1. Iya Rahmi, saya rasa juga begitu.
        Makanya saya bilang, salah satu yang membuat ramai pengunjung Warung ini adalah harganya yang relatif murah 🙂
        Rahmi…. saya kesulitan/ tdk bisa komen di blog Rahmi (dan semua blogspot.com) selalu ditolak

        Like

  1. Kebayang deh maknyos ditengah suasana panas, makanan panas, tapi didinginkan udara sepoi2 dari laut. Pasti nikmat. Harga makanannya juga gak mahal. Siip.
    Wah jadi referensi nih kalo ke Sanur, Bali. Soalnya selama ini kalo ke Bali kulinerannya rata2 ayam betutu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: