PLN…. PLN….

Beberapa malam yang lalu, listrik di rumah saya tiba-tiba mati, entah kenapa sejak seminggu yang lalu listrik di rumah sering berkedip, biasanya tidak pernah begitu, saya menganggap “mungkin sedang ada gangguan”.

Ketika itu, saya berangkat sholat taraweh ke Mesjid dekat rumah, baru selesai sholat Isya, saya mendapat telepon bahwa listrik di rumah mati, padahal tetangga sekitarnya menyala seperti biasa.

Mendengar berita tsb, saya langsung meluncur ke rumah dan mencek masalahnya ada dimana. Padahal sorenya saya sempat melihat jumlah pulsa masih di atas seratus, masih aman…!!!.

Sebagai tindakan pertama, saya terlebih dahulu mencek alat pengamanan instalasi listriknya yaitu Mini Circuit Breaker (MCB) dan sekering, ternyata tidak ada masalah. Tetapi kok layar monitor di meteran tsb tidak menyala?

Saya coba menghubungi teknisi listrik di komplek saya, mereka juga mengatakan bahwa masalah ada di aliran dari tiangya (aliran 0) putus.

Kemudian saya lanjutkan menelpon ke Call 123 (PLN)…..

Seperti biasa menelpon ke call centre, pasti yang menjawab adalah “mesin”, pasti kita di suruh menekan nomor …… dan ……, pasti di suruh menunggu…!!!

Akhirnya saya terhubungkan ke operator yang terlebih dahulu menanyakan keluhan saya, kemudian nomor telepon yang bisa dihubungi, nama lengkap saya, meteran biasa atau pulsa, bla…. bla….!!!

Pertanyaan yang membuat saya kesal adalah ketika operator menanyakan ID-Pelanggan.

Saya  : Mas, tau ga sekarang lampu di rumah saya mati, gimana caranya saya melihat dan mencari nomor meteran itu?.

Operator : “Iya Pak tapi kami perlu untuk konfirmasi…..”

Kebetulan saya menyimpan nomor ID Pelanggan tsb di handphone, jadi saya masih bisa menemukannya. Sementara saya mencarinya, si operator nanya lagi : “Mana pak nomornya….?”

Saya : “Mas sabar…., saya sedang mencarinya di hp yang sedang saya pakai ini. Sabar….!!!”

Dan yang membuat kemarahan saya memuncak, adalah si operator menayakan alamat lengkap saya.

Saya : Mas, memang di databasenya tidak ada alamat saya?

Operator : Ada Pak tapi tidak lengkap.

Astagfirullaah aalzaiiimm….., padahal ketika mendaftar pergantian dari meteran biasa ke meteran pulsa saya mencantumkan alamat detail, bahkan denah lokasi rumah saya… !!!

Akhinya memang saya sebagai pelangganlah yang harus mengalah, saya sembutkan alamat lengkap saya.

Kadang saya berpikir, kok Operator PLN kayak Operator Bank saja ya, yang menanyakan informasi lengkap tentang si penanya, sebelum menjawab pertanyaan atau komplain dari pelanggan. Kalau Bank wajarlah, karena menyangkut uang dsb, nah PLN jelas kok lokasinya dimana….., penggunanya siapa…..

Kenapa harus latah begitu juga?

Advertisements

11 thoughts on “PLN…. PLN….

Add yours

    1. Kurang lebih 45 menit, dan dipesankan supaya pelanggan tidak memberi apapun kepada petugas PLN.
      Klo dr segi teknis begitu sy rasa PLN ssh bagus Mas

      Like

  1. Kan mereka punya database, kok nanya lagi? Protap yang menyusahkan pelanggan.
    Makanya kalo ada yang tanya ke saya mau pasang listrik pintar alias meteran pulsa gak usah ganti, lebih untung pakai meteran biasa.

    Like

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Ded..

    Memang begitulah selalunya kita hadapi dengan operator yang seolah-olah tidak tahu maklumat peribadi pelanggan. Masalah yang boleh diatasi menjadi semakin rumit. Apakah masalahnya cepat selesai mas selepas menelefon mereka atau harus menunggu lama ?

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Like

  3. Semoga pihak PLN membaca tulisanini dan menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan mereka ke depan ya Da.. 🙂

    Selamat Idul Fitri ya Da..
    Mohon maaf lahir dan batin..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: