AKHIR CERITA “GEMBOK CINTA” DI JEMBATAN PONT DES ARTS

IMG_9746
Gembok2 di Jembatan Pont des Arts , diambil dari dalam mobil

Beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa ratusan ribu “gembok cinta” yang digantungkan di pagar jembatan Pont des Arts Paris telah disingkirkan, karena gembok-gembok tsb telah menutupi pagar jembatan yang sebagian mulai roboh karena keberatan menahan beban.

O ya, “gembok cinta” itu digantungkan di pagar jembatan Pont des Arts oleh pasangan-pasangan yang sengaja berkunjung ke sana, dan mereka kemudian membuang atau melemparkan kuncinya ke Sungai Seine.

Saat ini gembok-gembok di jembatan tsb sudah tidak bisa ditambah atau dipasang lagi dengan yang baru. Para kekasih tidak bisa lagi memasang gembok di sana, yang konon katanya berfungsi sebagai gembok pengunci cinta.

Masihkah, Paris akan tetap menjadi kota cinta….. ???

Umumnya gembok-gembok itu bertuliskan nama-nama pasangan kekasih, mereka percaya bahwa dengan mengaitkan gembok berisi nama diri dan pasangan ke jembatan legendaris itu, cinta mereka pun terkunci untuk selamanya.

Sejarah menuliskan bahwa jembatan Pont des Arts ini populer dengan “gembok cinta” setelah terbitnya sebuah novel bestseller Federico Moccia dari Italia dengan judul  “Ho Voglia De Te” (I Want You) di tahun 2006, yang mengisahkan tentang sepasang kekasih dari Roma yang mengikatkan kasih di jembatan itu dan kemudian melemparkan kuncinya ke sungai.

Efek dari beredarnya novel tsb adalah “mengikat gembok di jembatan menjadi populer di dunia“, apalagi di Paris yang dipercaya sebagai simbol cinta dan romantisme. Pagar besi yang berukuran tipis di Pont des Arts memungkinkan orang mengikat gembok cintanya di situ.

Sirna sudah bukti cinta para melankolis di jembatan itu, “gembok cinta” hanya tinggal kenangan. But, don’t worry saudara-saudara, masih ada jembatan yang bisa dipasangi gembok cinta selain di Paris. Pergilah ke sana,  di North Seoul Tower, Korea Selatan. Tapi harap berhati-hati, karena Negara Ginseng tsb saat ini sedang bergulat mengatasi Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah yang telah menelan korban mencapai 7 orang dan ada kemungkinan akan bertambah.

Mending di Indonesia saja, ada tempat megantungkan ‘gembok cinta” juga, namanya “Dermaga Hati”, di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Berkunjunglah, gantungkanlah “gembok cinta” anda di sana. Biar irit lebih baik bawa gembok dari rumah, he3x….. 🙂

Selain itu, juga ada di Enoshima, Jepang; Hohenzollern Bridge, Cologne, Jerman; Huangshan, Cina; Luzhkov Bridge, Rusia; Montevideo, Uruguay; Pecs, Hungaria, dan Ponte Milvio, Roma, Itali.

Silahkan berkunjung ke negara-negara tsb, jadi ga usah ke Paris lagi…!!!

Sudah ga boleh he3x… !!!

IMG_9747
Salah Satu Kios Penjual “Gembok Cinta”

 

Advertisements

13 thoughts on “AKHIR CERITA “GEMBOK CINTA” DI JEMBATAN PONT DES ARTS

Add yours

  1. Gak usah jauh2 untuk menggembok, cari aja jembatan dekat rumah yang bisa dipasang gembok, hehe…
    Itu hanya sugesti saja ya uda. Kalo cinta sudah penuh & bosan akhirnya dia berlabuh ke lain hati, walau digembok sekuat apapun, hehe…

    Like

      1. Pulau Layar di Belitung Al, memang mirip dengan yg di Bangka
        Samo2 Al,. Salamaik manjalankan ibadah puaso juo mohon maaf & batin 🙂

        Like

  2. Assalaamu’alaikum wr. wb mas Ded…

    Di mana-mana sahaja ada orang yang bersifat demikian di dunia ini ya. Mahu jodohnya kekal dan lama maka akan mengaitkan dua nama sebagai simbol harapan. malah di Makkah juga demikian sama iaitu di Jabal rahmah, Padang Arafah. Kita melihat sangat ramai yang berdoa dan menulis namanya di tiang di atas bukit. Manusia selalu bimbang tentang jodoh yang tidak kesampaian sampai gantung dan harus buang kunci gembok cintanya dalam sungai.. Daripada buang-buang, elok gantung aja di muka pintu ya, setuju banget tu. Biar semua orang tahu dan mendoakan sama.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Like

  3. Adduuhhh …
    Nasib cinta yang tergembok di jembatan tersebut gimana ya ?
    mudah-mudahan tetap abadi ya Uda …

    (saya kira cuma di Korea saja yang ada gembok-gembokan)(hehehe)

    Maaf Lahir Batin Uda …
    Salam saya Uda
    (18/6 : 7)

    Like

    1. Ha3….. apa mungkin ya om gembok2 itu disimpan di museum ?
      Semoga Om 😉
      Ternyata banyak ya Om

      Saya beserta keluarga juga mhm maaf lahir batin om. Salam sama Uni dan anak2 🙂

      Dedy Herdian

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: