RUJAK CINGUR GENTENG DURASIM

20150513_135112

Ketika sedang menikmati minumanan tradisional Khas Surabaya Kunyit Sinom, yaitu minuman yang terbuat dari kunyit yang di-mixed dengan daun asam muda dan gula jawa sebagai “welcome drink” dari Plaza Hotel, Surabaya, kami ditawarkan oleh Petugas Hotel, sewaktu menanyakan makanan khas Surabaya, katanya  Kalau Bapak suka Rujak Cingur, ada dekat sini Pak.

Saya pikir masak malam-malam begini makan rujak sih?, padahal belum makan malam, lapar….. (soalnya baru landing senja itu, jadi belum sempat makan malam).

Karena tawaran dari Petugas Hotel tsb, saya jadi penasaran. Saya pikir besok siangnya boleh juga nih, penasaran kenapa Rujak Cingur menjadi salah satu kuliner favorit di Surabaya.

Seperti apa sih ?

***

Saya tanya sama driver mobil rental kami, Dimana rumah makan yang menjual Rujak Cingur yang paling enak ?”

Baik Pak kita ke Genteng saja, “ katanya. Saya bertanya-tanya dalam hati “kok kita dibawa ke tempat orang menjual genteng?”

He3…. ternyata Genteng adalah nama sebuah Kecamatan di Surabaya. Jalannya sempit, macet dan tempat parkir susah, terdapat sebuah warung sederhana tapi pengunjungnya ramai, bernama Warung Makan Rujak Cingur Genteng Durasim.

Warung ini menyediakan macam-macam makanan tradisional khas Jawa Timur dengan menu andalan Rujak Cingur, selain itu juga menyajikan Sop Buntut, Rawon Buntut, Bebek Goreng, Buntut Goreng dll.

Rujak Cingur adalah makanan khas Jawa Timur yang terdiri dari macam-macam sayuran, buah-buahan dan potongan daging cingur (mulut) sapi yang disiram dengan saus kacang. Di warung ini petisnya diracik sendiri sehingga beda dengan yang lain.

Saya ditanya : “Bapak mau pedas atau sedang”. Sudah pastilah saya minta yang pedas dan spesial.

Wooow…!!! porsinya cukup besar buat saya. Tapi masak lapar-lapar begini hanya makan sayuran dan buahan saja?. Kemudian saya minta satu porsi lontong, meskipun tidak sanggup juga menghabiskannya.

Lumayan…..

Cuma khawatir, sakit perut…… !!!

Harganya murah meriah satu porsinya Rp 20.000,- minumannya juga beragam dan khas Surabaya mulai dari beras kencur, es kunyit sinom, es sarang burung, susu kedelai, dll.

Advertisements

16 thoughts on “RUJAK CINGUR GENTENG DURASIM

Add yours

    1. Iya Mb Mon, yang lama sudah full, jadi sudah tidak bisa ditambah lagi.

      He3 sekedar mencoba saja Mb, penasaran gimana rasanya rujak cingur 🙂

      Like

  1. Saya awalnya juga begitu da Ded ketika teman menawarkan makan siang, mana kenyang makan siang dengan rujak? Ternyata porsinya gede.
    Khas Surabaya minumannya itu yang bikin segar. Rata-rata rumah makan tradisional menyajikan minuman yang khas setelah makan. Di Pasar Sidoarjo saya pernah makan siang dengan ayam bakar lalu dikasih minum beras kencur setelah makan.

    Like

  2. Surabaya memang gudangnya makanan asik-asik yo Da …
    Kalau saya …
    sampai sekarang favoritnya adalah … Tahu Tek Tek Pak Ali … Dinoyo …
    aaahhh itu endang bambang … enak banget …

    jadi pengen ke Surabaya lagi nih …

    Salam saya Uda
    (6/6 : 10)

    Like

  3. Emang enak rujak cingur pak Dedy.. Saya suka sekali.. Apalagi petisnya pamai petis Surabaya . wahh mantaabbb… Nyam nyamm.. Rujak cingur samping tvri jawa Timur juga mantab.. Paling lama buka 5 jam.. Sudah ludes habis diserbu pembeli… Maknyussss..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

UD3d Rajo Bagindo

Perjalanan seorang manusia

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

%d bloggers like this: