PRIHATIN

Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi bangsa kita saat ini, sehingga hampir sebagian besar energi anak bangsa terkuras untuk mencari kesalahan orang lain, menyampaikan pendapat (yang katanya secara damai) dengan mengerahkan ribuan massa dan akan berlanjut untuk demo yang lebih besar lagi.

Tokoh-tokoh utamanya bahkan sampai tidak menyadari, sebetulnya mereka mewakili suara siapakah, benarkah mereka secara murni membela agama, tidakkah mereka merasa bahwa ada kepentingan-kepentingan lain yang mengikutinya?

Tahukah mereka dengan perbuatan ini mereka sudah meresahkan ummat ?

Sadarkah mereka bahwa kegiatan yang mereka lakukan dimanfaatkan atau ditunggangi oleh pihak lain (menangguk di air keruh).

Dengan dalih membela agama, sepertinya menghilangkan rasa toleransi diantara kita. Apakah benar agama itu harus dibela ?

Kalau seseorang sudah meminta maaf, apakah kita harus tetap menuntutnya?

Bukankah Agama Islam mengajarkan, bahwa memberi maaf adalah perbuatan yang sangat terpuji?

Siapakah diantara kita yang tidak mempunyai kesalahan?

Tuhan saja memberi maaf kepada ummatnya, apalagi sesama manusia ?

 

MATRYOSHKA, BONEKA DARI RUSIA

20161005_082411Saya mengenal boneka Rusia ketika kami membelinya di Hongkong, tepatnya di The Peak Tower tempat Museum Madame Tussauds bearada.

Rupanya boneka hiasan dari kayu ini bernama matryoshka, yang dapat diisi dengan bentuk boneka-boneka yang lebih kecil, umumnya berbentuk boneka perempuan gendut menggunakan pakaian tradisional Rusia, dengan kerudung dan pernak pernik lainnya.

Model-model boneka matryoshka macam-macam, misalnya berbentuk gadis petani dengan pakaian tradisional, karakter dongeng, tokoh kartun, bahkan para Pemimpin Soviet.

Kenapa tiba-tiba saya menulis tentang boneka ini ?

Karena beberapa waktu yang lalu saya dapat oleh-oleh boneka ini dari sahabat yang baru kembali dari Rusia. Saya dapat dua boneka, meliputi 4 boneka perempuan dan 9 boneka Pemimpin Soviet mulai dari Vladimir Lenin, Josef Stalin, Nikita Krushchev, Leonid Brezhnev,  sampai dengan Mikhail Gorbachev.

Saya nanya, kenapa saya dikasih dua, satu aja cukup kok. Katanya yang satu adalah boneka perempuan yang umum kita temukan, tapi yang satu lagi terlihat unik dan lucu, karena Boneka 9 Pemimpin Soviet… !!!

LAMPU HIAS KOLAM IKAN

20161013_063140Sudah beberapa hari ini lampu hias yang ada di kolam ikan saya tiba-tiba mati, kalau kolam tidak ada lampu, kesannya terasa suram dan ikan-ikan di dalamnya seperti kurang bergairah.

Nah, baru pagi ini saya sempat mencek kondisi lampu tsb, sekalian membersihkan kolam dari jamur dan lumut yang membandel. Biasanya paling tidak sekali dalam satu minggu saya harus membersihkan dasar dan dinding kolam supaya selalu terlihat bersih, tapi ini baru terlaksana pada minggu ke-3.

Kebayangkan, bagaimana kondisinya ? Meskipun ada mesin penyaring (filter) airnya, tapi dasar dan dinding tetap saja harus dibersihkan secara periodik.

***

Setelah saya cek, rupanya lampu UV (ultraviolet) yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dan bakteri dari dalam filter-pun putus alias mati.

He3 dua-dua lampunya tidak berfungsi, lampu kolam dan lampu di filter….

Untuk lampu kolam bisa terlihat, jadi klo putus cepat ketahuan, tapi kalau lampu UV terletak di dalam bak filter sehingga tidak terlihat, kecuali tutupnya dibuka.

Biasanya untuk lampu kolam hanya bisa bertahan antara 3 atau 4 bulan, tapi lampu UV (yang lebih mahal) daya tahannya juga lebih lama, hampir sekitar 2 tahun.

 

PRESIDEN RI

Tiba-tiba saja sore ini saya ingin menulis nama-nama Presiden Republik Indonesia (RI) yang pernah saya kenal, tidak termasuk Presiden Pertama (Ir. Soekarno) karena ketika beliau menjadi Presiden saya belum lahir.

Daripada kebawa mimpi, saya tulis aja :

  1. Jendral (Purn) TNI. H. M. Soeharto (Seharto)
  2. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie (Habibie)
  3. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  4. Megawati Soekarnoputri (Mega)
  5. Jendral (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
  6. Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)

Udah cuman gitu aja….. he3. Saya sendiri juga bingung, buat apa saya menulis itu ? Padahal anak SD juga juga tau….

CARA MUDAH TURUNKAN BERAT BADAN

Apakah anda punya masalah dengan berat badan ?

Dan anda ingin menurunkannya?

Caranya mudah….!!!

Berikut ini saya akan berbagi pengalaman dengan anda dalam menurunkan berat badan. Hanya dalam waktu tidak sampai satu bulan, saya jamin berat badan anda akan turun ±6 kg …!!!

Berat Badan saya turun dari 68 kg menjadi 62 kg…!!! Hanya dalam waktu satu bulan…!!!

Bayangkan berat badan anda akan turun 6 kg tanpa minum obat, tanpa tusuk jarum / akupuntur, dan tanpa diet ketat.

Anda tidak perlu mengeluarkan uang ratusan juta rupiah….!!!

Yang diperlukan hanya disiplin dengan makanan.

Bagaimana caranya :

  1. Hindari makan-makanan yang digoreng dan santan
  2. Hindari makan yang berlemak terutama daging, kecuali ikan
  3. Kurangi makanan dan minuman yang manis-manis (kecuali “dengan yang manis”😀 )
  4. Banyak makan sayur dan buah
  5. Makanlah sebelum pukul 6 sore (hindari makan malam)
  6. Banyak minum air putih (lebih baik air hangat), tidak minum air dingin atau es.
  7. Olah raga teratur

***

Jadi apa sih yang saya makan dan lakukan sehari-hari ?

Pagi : Saya sarapan dengan sereal + sedikit susu kotak  low fat misalnya Indomilk, Frisian Flag, Ultra Milk, kadang-kadang susu kedelai + sedikit madu + potongan pisang, minum teh atau kopi + sedikit gula. Jika antara pukul 9 s/d 11 terasa lapar saya makan rebusan talas atau umbi-umbian.

Jangan lupa untuk berolah raga setiap pagi meskipun hanya jogging, minimal 30 menit.

Siang : Saya makan sepiring nasi putih atau kadang-kadang nasi beras merah dengan lauk ikan misalnya  ikan pesmol, sop ikan, “asam padeh” ikan (masakan Padang), atau pepes ikan dan sayur seperti tumis kangkung/ tauge, capcay, sayur asem, gado-gado atau lalapan dan buah. Kalaupun kepingin sambel usahakan sambel “dadakan” atau sambel rebus.

Sore : Saya tidak makan malam, hanya makan sebelum pukul 6 sore dengan menu yang hampir sama dengan siangnya (kasihan klo istri harus masak dua kali sehari).

Makanan iseng saya kadang-kadang risoles dan molen yang dibakar dengan microwave (saya pesan risoles dan molen mentah ke abang gorengan yang lewat depan rumah).

Catatan : Kalau ada undangan makan (pesta pernikahan atau pertemuan di hotel dll), saya hanya makan salad, buah dan nasi sedikit juga tanpa lauk yang berminyak, dan tidak makan kerupuk atau sambel yang berminyak.

***

Nah, hanya itu saja, sederhana sekali bukan ? Cara ini pernah saya lakukan di tahun 2010 lalu dan 2016 ini dengan hasil yang hampir sama…. !!!

Jadi anda tidak usah minum obat, tusuk jarum/ akupuntur dll, lakukan saja seperti yang kerjakan. Saya jamin berat badan anda akan berkurang banyak hanya dalam satu bulan.

Yang penting disiplin….!!!

 

 

BAHASA

Suatu ketika saya mendapat “broadcast” di media sosial tentang perbedaan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Malaysia, antara lain :

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM

MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama

MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa … ( oh please…)

INDONESIA : Angkatan Darat

MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi ( Kalo Laut hentak-hentak aer kali yee..?)

INDONESIA : Angkatan Udara

MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : Angkatan Laut

MALAYSIA : Laskar Basah Kuyup (Kasian banget..tiap ari bisa masuk angin neyh..😄 )

INDONESIA : ‘Pasukaaan bubar jalan !!!’

MALAYSIA : ‘Pasukaaan cerai berai !!!’

INDONESIA : Merayap

MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( bageimana cuba ? )

INDONESIA : Rumah sakit bersalin

MALAYSIA : Hospital korban lelaki (bener juga sih…)

dst….

Saya juga membaca banyak tanggapan, yang intinya merasa lucu dengan penggunaan istilah-istilah tsb, antara lain : “Hahahahahaha lucu banget bahasa ni orang”, “Wkwkwk lucu…”, “Comel ….”, “Gokil….”, dll.

Namun, ceritanya berkembang lebih serius, ketika salah seorang sahabat saya  yang (profesi dokter), menanggapinya seperti ini :

Alangkah baiknya kita melihat dari positifnya, mungkin dari segi Bahasa Pemerintah Malaysia tidak begitu mempersoalkan, tapi coba kita intip dari strategi Pemeritahan maupun rakyatnya. Mereka lebih mementingkan Sumber Daya Manusia (SDM), artinya membangun negara dengan terlebih dahulu membangun SDM.

Pengalaman Pertama (dari Ibunya). Ibu saya (dulu) adalah seorang Guru, beliau pernah bercerita (± 40an tahun lalu), teman-temannya sesama guru (khusus Guru Matematika) ditawarkan ke Malaysia dengan gaji besar.  Sementara anak-anak mereka di sekolahkan ke negara lain termasuk Indonesia untuk dididik menjadi tenaga pengajar.

Nah, setelah anak-anak dan calon-calon guru Malaysia itu siap, program Guru Indonesia mengajar di Malaysia dihentikan, dan Guru-guru tsb dikembalikan ke Indonesia.

Pengalaman kedua.

Ketika saya baru menjadi  dokter (18 tahun lalu) pernah mendapat tawaran bekerja di Malaysia. Saat itu dokter umum (sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap – PTT) di Indonesia mendapat gaji Rp 500.000/ bln, sedangkan tawaran dari Pemerintah Malaysia Rp 16.000.000/ bln.

Ada 12 orang dari teman-teman seangkatan saya yang berangkat ke Malaysia dan bekerja di sana, namun saya tetap bertahan di Indonesia. Dokter Umum dari Indonesia ditugaskan  menjaga Puskesmas di Malaysia. Sementara dokter-dokter Malaysia dikirim mengambil spesialis ke Indonesia atau Amerika.

Sekarang di FKUI banyak organisasi mahasiswa asal Malaysia, diketahui bahwa Pemerintah Malaysia setiap tahun menyeleksi anak-anak lulusan SMA untuk disekolahkan ke Fakultas Kedokteran, atas biaya Pemerintah Malaysia, temasuk biaya hidup dll.

Pilihannya hanya dua, Indonesia atau Amerika. Katanya, menurut penilaian Pemerintah Malaysia sekolah kedokteran yang terbaik di dunia hanya ada di dua negara tsb, yaitu Indonesia dan Amerika.

Meskipun biaya mahasiswa Malaysia di FKUI lebih mahal dibandingkan dengan mahasiswa asli Indonesia, namun mereka tetap berdatangan setiap tahun ke FKUI, begitu juga ke FK Unand Padang, FK USU Medan, dll.

Artinya, Malysia masih menganggap Indonesia lebih pintar.

Sama dengan kejadian guru sebelumnya, setelah dokter Malaysia selesai menuntut ilmu, dokter-dokter umum dari Indonesia tidak diperpanjang lagi masa kontraknya.

Kata teman saya : “Pemerintah Malaysia sayang kepada rakyatnya. Mereka justeru memikirkan SDM nya dengan baik, masalah pendidikan dan kesehatan adalah yang utama buat mereka.”

# Fenomena yang aneh kalau orang Indonesia berobat ke Malaysia. Pasti Malaysia  ketawa dalam hati 😄😄😅

***

Pengalaman saya Pribadi :

Pertama : Saya menyaksikan sendiri (beberapa puluh tahun yang lalu) banyak Mahasiswa atau calon Guru dari Malaysia belajar di Institut Keguruan & Ilmu Pengetahuan (IKIP) Padang (sekarang Universitas Negeri Padang) sebagai salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik khususnya ilmu pendidikan, sebagian besar fakultas dan jurusannya menghasilkan guru atau tenaga kependidikan lainnya.

Kedua :  ± tahun 2006 saya pernah berkunjung ke Sukabumi, di sana ada satu gedung yang dahulu sering digunakan oleh orang Malaysia untuk belajar dan praktek tentang Pertanian, seperti menebar benih, menanam sampai memanen padi, dll.

***

Terlihat bahwa Malaysia banyak belajar dari Indonesia tentang berbagai hal, dan mereka sangat serius dengan Pendidikan serta Kesehatan masyarakatnya.

Bagaimana dengan kita ?

DILEMA

Dilema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah situasi sulit yang mengharuskan seseorang menentukan pilihan antara dua kemungkinan (menurut saya bisa saja lebih dari dua) yang sama-sama tidak menyenangkan atau menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.

He3 …. itulah posisi saya saat ini, karena saking senangnya menulis, merasa belum cukup kalau hanya punya dua blog, ingin nambah lagi.

Ibarat orang ber-Poligami, setelah dapat istri satu pingin nambah lagi…..nambah lagi. Katanya menjalankan Sunnah Rosul. Benar apa tidak pendapat saya, tentu yang mengalami atau yang menjalani yang lebih mengetahuinya.

***

Jadi kembali kepada persoalan sebelumnya, saya membuat satu blog lagi di Blogspot dengan alamat http://ceritaudadedy.blogspot.co.id yang temanya hampir sama dengan blog-blog saya sebelumnya di WordPress (termasuk blog ini), yaitu cerita tentang kehidupan sehari-hari, kuliner, perjalanan, dll.

Sementara ini saya sedang mengutak-atik tampilannya, model penulisannya dll. Sebetulnya sekarang belum layak tayang, karena relatif masih sangat baru dan postingannya juga baru empat kali.

Belum lagi bahan yang akan di tulis, kalaupun ada tulisan, mau nulis dimana, blog yang ini atau blog yang itu ?

He3…😀

Makanya kalau belum bisa lebih dari satu atau satu saja sudah kewalahan, jangan coba-coba cari yang lain…!!!