PRESIDEN RI

Tiba-tiba saja sore ini saya ingin menulis nama-nama Presiden Republik Indonesia (RI) yang pernah saya kenal, tidak termasuk Presiden Pertama (Ir. Soekarno) karena ketika beliau menjadi Presiden saya belum lahir.

Daripada kebawa mimpi, saya tulis aja :

  1. Jendral (Purn) TNI. H. M. Soeharto (Seharto)
  2. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie (Habibie)
  3. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  4. Megawati Soekarnoputri (Mega)
  5. Jendral (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
  6. Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)

Udah cuman gitu aja….. he3. Saya sendiri juga bingung, buat apa saya menulis itu ? Padahal anak SD juga juga tau….

CARA MUDAH TURUNKAN BERAT BADAN

Apakah anda punya masalah dengan berat badan ?

Dan anda ingin menurunkannya?

Caranya mudah….!!!

Berikut ini saya akan berbagi pengalaman dengan anda dalam menurunkan berat badan. Hanya dalam waktu tidak sampai satu bulan, saya jamin berat badan anda akan turun ±6 kg …!!!

Berat Badan saya turun dari 68 kg menjadi 62 kg…!!! Hanya dalam waktu satu bulan…!!!

Bayangkan berat badan anda akan turun 6 kg tanpa minum obat, tanpa tusuk jarum / akupuntur, dan tanpa diet ketat.

Anda tidak perlu mengeluarkan uang ratusan juta rupiah….!!!

Yang diperlukan hanya disiplin dengan makanan.

Bagaimana caranya :

  1. Hindari makan-makanan yang digoreng dan santan
  2. Hindari makan yang berlemak terutama daging, kecuali ikan
  3. Kurangi makanan dan minuman yang manis-manis (kecuali “dengan yang manis”😀 )
  4. Banyak makan sayur dan buah
  5. Makanlah sebelum pukul 6 sore (hindari makan malam)
  6. Banyak minum air putih (lebih baik air hangat), tidak minum air dingin atau es.
  7. Olah raga teratur

***

Jadi apa sih yang saya makan dan lakukan sehari-hari ?

Pagi : Saya sarapan dengan sereal + sedikit susu kotak  low fat misalnya Indomilk, Frisian Flag, Ultra Milk, kadang-kadang susu kedelai + sedikit madu + potongan pisang, minum teh atau kopi + sedikit gula. Jika antara pukul 9 s/d 11 terasa lapar saya makan rebusan talas atau umbi-umbian.

Jangan lupa untuk berolah raga setiap pagi meskipun hanya jogging, minimal 30 menit.

Siang : Saya makan sepiring nasi putih atau kadang-kadang nasi beras merah dengan lauk ikan misalnya  ikan pesmol, sop ikan, “asam padeh” ikan (masakan Padang), atau pepes ikan dan sayur seperti tumis kangkung/ tauge, capcay, sayur asem, gado-gado atau lalapan dan buah. Kalaupun kepingin sambel usahakan sambel “dadakan” atau sambel rebus.

Sore : Saya tidak makan malam, hanya makan sebelum pukul 6 sore dengan menu yang hampir sama dengan siangnya (kasihan klo istri harus masak dua kali sehari).

Makanan iseng saya kadang-kadang risoles dan molen yang dibakar dengan microwave (saya pesan risoles dan molen mentah ke abang gorengan yang lewat depan rumah).

Catatan : Kalau ada undangan makan (pesta pernikahan atau pertemuan di hotel dll), saya hanya makan salad, buah dan nasi sedikit juga tanpa lauk yang berminyak, dan tidak makan kerupuk atau sambel yang berminyak.

***

Nah, hanya itu saja, sederhana sekali bukan ? Cara ini pernah saya lakukan di tahun 2010 lalu dan 2016 ini dengan hasil yang hampir sama…. !!!

Jadi anda tidak usah minum obat, tusuk jarum/ akupuntur dll, lakukan saja seperti yang kerjakan. Saya jamin berat badan anda akan berkurang banyak hanya dalam satu bulan.

Yang penting disiplin….!!!

 

 

BAHASA

Suatu ketika saya mendapat “broadcast” di media sosial tentang perbedaan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Malaysia, antara lain :

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM

MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama

MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa … ( oh please…)

INDONESIA : Angkatan Darat

MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi ( Kalo Laut hentak-hentak aer kali yee..?)

INDONESIA : Angkatan Udara

MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : Angkatan Laut

MALAYSIA : Laskar Basah Kuyup (Kasian banget..tiap ari bisa masuk angin neyh..😄 )

INDONESIA : ‘Pasukaaan bubar jalan !!!’

MALAYSIA : ‘Pasukaaan cerai berai !!!’

INDONESIA : Merayap

MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( bageimana cuba ? )

INDONESIA : Rumah sakit bersalin

MALAYSIA : Hospital korban lelaki (bener juga sih…)

dst….

Saya juga membaca banyak tanggapan, yang intinya merasa lucu dengan penggunaan istilah-istilah tsb, antara lain : “Hahahahahaha lucu banget bahasa ni orang”, “Wkwkwk lucu…”, “Comel ….”, “Gokil….”, dll.

Namun, ceritanya berkembang lebih serius, ketika salah seorang sahabat saya  yang (profesi dokter), menanggapinya seperti ini :

Alangkah baiknya kita melihat dari positifnya, mungkin dari segi Bahasa Pemerintah Malaysia tidak begitu mempersoalkan, tapi coba kita intip dari strategi Pemeritahan maupun rakyatnya. Mereka lebih mementingkan Sumber Daya Manusia (SDM), artinya membangun negara dengan terlebih dahulu membangun SDM.

Pengalaman Pertama (dari Ibunya). Ibu saya (dulu) adalah seorang Guru, beliau pernah bercerita (± 40an tahun lalu), teman-temannya sesama guru (khusus Guru Matematika) ditawarkan ke Malaysia dengan gaji besar.  Sementara anak-anak mereka di sekolahkan ke negara lain termasuk Indonesia untuk dididik menjadi tenaga pengajar.

Nah, setelah anak-anak dan calon-calon guru Malaysia itu siap, program Guru Indonesia mengajar di Malaysia dihentikan, dan Guru-guru tsb dikembalikan ke Indonesia.

Pengalaman kedua.

Ketika saya baru menjadi  dokter (18 tahun lalu) pernah mendapat tawaran bekerja di Malaysia. Saat itu dokter umum (sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap – PTT) di Indonesia mendapat gaji Rp 500.000/ bln, sedangkan tawaran dari Pemerintah Malaysia Rp 16.000.000/ bln.

Ada 12 orang dari teman-teman seangkatan saya yang berangkat ke Malaysia dan bekerja di sana, namun saya tetap bertahan di Indonesia. Dokter Umum dari Indonesia ditugaskan  menjaga Puskesmas di Malaysia. Sementara dokter-dokter Malaysia dikirim mengambil spesialis ke Indonesia atau Amerika.

Sekarang di FKUI banyak organisasi mahasiswa asal Malaysia, diketahui bahwa Pemerintah Malaysia setiap tahun menyeleksi anak-anak lulusan SMA untuk disekolahkan ke Fakultas Kedokteran, atas biaya Pemerintah Malaysia, temasuk biaya hidup dll.

Pilihannya hanya dua, Indonesia atau Amerika. Katanya, menurut penilaian Pemerintah Malaysia sekolah kedokteran yang terbaik di dunia hanya ada di dua negara tsb, yaitu Indonesia dan Amerika.

Meskipun biaya mahasiswa Malaysia di FKUI lebih mahal dibandingkan dengan mahasiswa asli Indonesia, namun mereka tetap berdatangan setiap tahun ke FKUI, begitu juga ke FK Unand Padang, FK USU Medan, dll.

Artinya, Malysia masih menganggap Indonesia lebih pintar.

Sama dengan kejadian guru sebelumnya, setelah dokter Malaysia selesai menuntut ilmu, dokter-dokter umum dari Indonesia tidak diperpanjang lagi masa kontraknya.

Kata teman saya : “Pemerintah Malaysia sayang kepada rakyatnya. Mereka justeru memikirkan SDM nya dengan baik, masalah pendidikan dan kesehatan adalah yang utama buat mereka.”

# Fenomena yang aneh kalau orang Indonesia berobat ke Malaysia. Pasti Malaysia  ketawa dalam hati 😄😄😅

***

Pengalaman saya Pribadi :

Pertama : Saya menyaksikan sendiri (beberapa puluh tahun yang lalu) banyak Mahasiswa atau calon Guru dari Malaysia belajar di Institut Keguruan & Ilmu Pengetahuan (IKIP) Padang (sekarang Universitas Negeri Padang) sebagai salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik khususnya ilmu pendidikan, sebagian besar fakultas dan jurusannya menghasilkan guru atau tenaga kependidikan lainnya.

Kedua :  ± tahun 2006 saya pernah berkunjung ke Sukabumi, di sana ada satu gedung yang dahulu sering digunakan oleh orang Malaysia untuk belajar dan praktek tentang Pertanian, seperti menebar benih, menanam sampai memanen padi, dll.

***

Terlihat bahwa Malaysia banyak belajar dari Indonesia tentang berbagai hal, dan mereka sangat serius dengan Pendidikan serta Kesehatan masyarakatnya.

Bagaimana dengan kita ?

DILEMA

Dilema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah situasi sulit yang mengharuskan seseorang menentukan pilihan antara dua kemungkinan (menurut saya bisa saja lebih dari dua) yang sama-sama tidak menyenangkan atau menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.

He3 …. itulah posisi saya saat ini, karena saking senangnya menulis, merasa belum cukup kalau hanya punya dua blog, ingin nambah lagi.

Ibarat orang ber-Poligami, setelah dapat istri satu pingin nambah lagi…..nambah lagi. Katanya menjalankan Sunnah Rosul. Benar apa tidak pendapat saya, tentu yang mengalami atau yang menjalani yang lebih mengetahuinya.

***

Jadi kembali kepada persoalan sebelumnya, saya membuat satu blog lagi di Blogspot dengan alamat http://ceritaudadedy.blogspot.co.id yang temanya hampir sama dengan blog-blog saya sebelumnya di WordPress (termasuk blog ini), yaitu cerita tentang kehidupan sehari-hari, kuliner, perjalanan, dll.

Sementara ini saya sedang mengutak-atik tampilannya, model penulisannya dll. Sebetulnya sekarang belum layak tayang, karena relatif masih sangat baru dan postingannya juga baru empat kali.

Belum lagi bahan yang akan di tulis, kalaupun ada tulisan, mau nulis dimana, blog yang ini atau blog yang itu ?

He3…😀

Makanya kalau belum bisa lebih dari satu atau satu saja sudah kewalahan, jangan coba-coba cari yang lain…!!!

 

 

PUASA ENAM

Puasa Enam adalah puasa enam hari di bulan Syawal seusai mengerjakan puasa wajib (bulan Ramadhan), hukumnya adalah yang dianjurkan (bukan wajib), artinya berpahala jika dikerjakan, tapi tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Caranya mudah, lakukan dengan ikhlas dengan niat karena Allah, tidak perlu setiap hari, yang penting selama enam hari di bulan Syawal.

Dari satu sumber yang dapat dipercaya diketahui bahwa : “Seseorang yang berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa Ramadhan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh”.

***

Sampai hari ini Jumat (15/7), sudah dua hari saya mengerjakan puasa enam ini, tidak lain karena motivasi dari 3 orang teman yang sudah mulai melakukannya sejak hari Senin (11/7), sementara saya baru mulai hari Selasa (12/7), itupun tidak tiap hari (diselingi satu hari tidak berpuasa).

Sebenarnya keinginan ini sudah sejak lama ada di hati, sejak beberapa tahun yang lalu, tapi dengan berbagai alasan yang “dicari-cari”, rasanya berat untuk mengerjakannya, sehingga tidak pernah terlaksana.

Berbeda dengan puasa Ramadhan, Alhamdulilllah saya bisa melakukannya dengan ringan dan menyelesaikannya dengan tuntas, karena orang-orang di sekeliling juga berpuasa.

Jadi mumpung ada teman yang sedang berpuasa juga, saya perlu mengikutinya. Ternyata dengan ibadahpun kita perlu sebuah kondisi yang dapat memotivasi kita untuk melakukan sesuatu, termasuk berpuasa.

Makanya tidak heran ada sebuah nasehat singkat namun sangat bermanfaat untuk kita pakai sebagai pedoman dalam memilih teman yaitu :” Carilah Teman Yang Mengajakmu Ke Syurga dan Janganlah Mencari Teman Yang Mengajakmu Ke Neraka“.

Mudah-mudahan saya bisa menyelesaikan puasa enam ini sampai tuntas. Aamiinnn….

INDAHNYA DISIPLIN

Arus mudik sudah usai meskipun sampai saat ini (Senin, 11 Juli 2016) arus balik di Jawa Tengah masih dipadati kendaraan, bahkan masih terjebak kemacetan di sejumlah titik.

Jalan lingkar Bumiayu padat merayap imbas dari buka tutup palang pintu rel dan contraflow yang diberlakukan sebelum rel sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Demikian juga dengan jalur Selatan Jawa Barat, dari arah Tasikmalaya melalui Kota Garut, termonitor masih padat.

***

Kita dapat mengambil hikmah dari pengalaman kemacetan parah di Tol Brexit (Brebes Exit) mulai dari terjebak macet berpuluh-puluh jam, sampai ada yang meninggal karena telat mendapatkan pertolongan di tengah macet.

Marilah kita renungan kembali, bagaimanakah budi pekerti kita, yaitu etika, disiplin dan empati kita selama ini ?

Marilah kita ingatkan anak-anak (sebagai generasi berikutnya) agar mereka lebih tertib dan menghargai kepentingan orang lain, mendahului kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan seperti dulu kita pelajari di sekolah.

Supaya mereka tidak mengikuti generasi kita (suka tidak suka harus diakui) sebagian besar masih main serobot, enngan antri, contraflow, (angkot) berhenti seenaknya, ugal-ugalan di jalan, senang memakai klakson, tidak mau memberi kesempatan kepada kendaraan lain yang minta jalan atau  pejalan kaki yang mau menyeberang, buang sampah dari kendaraan, menggunakan alat komunikasi ketika berkendaraan dan yang terakhir adalah suka menyalahkan Pemerintah, maupun infrastruktur.

Jika selama kita belum bisa menghargai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, kita juga belum bisa berharap keruwetan lalu lintas dan keruwetan lain di negara ini akan segera berakhir.

Untuk itu sudah saatnya kita kembali meningkatkan budi pekerti yaitu etika, disiplin, dan empati. Jadikanlah diri kita masing-masing sebagai panutan anak-anak kita.

Seperti jargon “3M” AA Gym : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal kecil, dan Mulai dari sekarang …!!!”

Mulailah dari Saya, Anda, dan Kita….!!! Kita mampu asal kita mau…….!!!